4 Bahaya Polusi Udara bagi Anak-anak, Salah Satunya Ganggu Perkembangan Saraf dan Kemampuan Kognitif

Tak Berkategori

TEMPO.CO, JakartaPolusi udara mengancam kesehatan masyarakat, terlebih lagi bagi anak-anak. Dilansir dari UN Environment Programme, polusi udara merupakan ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan masyarakat secara global dan menyumbang sekitar 7 juta kematian dini setiap tahun.

Anak-anak paling berisiko pada dampak polusi udara karena paru-paru mereka sedang tumbuh dan sangat aktif sehingga banyak menghirup udara. Tidak hanya penyakit batu, pilek, atau sesak napas saja, tapi polusi udara dapat berisiko lebih parah.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut dampak yang bisa terjadi jika anak terpapar populusi udara.

1. Menganggu perkembangan saraf dan kemampuan kognitif

Merujuk artikel berjudul Ganggguan Kognitif akibat Polusi Udara Ancaman bagi Generasi Mendatang yang ditulis dokter spesialis kejiwaan Irwan Supriyanto pada 2014, polusi udara berdampak pada perkembangan saraf dan kemampuan kognitif. Hal ini karena otak anak-anak masih dalam masa perkembangan sehingga sel-sel sarafnya masih sensitif terhadap pengaruh lingkungan.

Selain itu, polusi udara juga berdampak pada kemampuan kognitif anak karena karena sistem saraf pusatnya masih dalam masa perkembangan. Anak-anak yang terpapar polusi udara kronis dilaporkan akan mengalami gangguan atensi, memori jangka pendek, dan kemampuan belajar.

2. Memicu Asma

Iklan

Dilansir dari WHO, polusi udara bisa memicu asma. Kualitas udara yang buruk bisa berakibat pada kambuhnya asma seseoran. Tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang pada dasarnya memang rentan terhadap paparan lingkungan. Bahkan anak yang awalnya tidak memiliki riwayat asma bisa saja terkena asma jika terus menerus menghirup udara dengan kualitas yang buruk.

3. Kanker Anak

Polusi udara juga bisa berdampak pada kanker anak. Dalam beberapa penelitian menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara polusi udara luar ruangan dan kanker pada anak, khususnya leukemia. Bahkan risiko relatif lebih tinggi untuk anak di bawah usia 6 tahun dan untuk paparan pada saat diagnosis dibandingkan selama kehamilan atau saat lahir.

4. Penyakit Kardiovaskular

Dilansir dari Pusat Jantung Nasional, WHO menjelaskan bahwa kandungan berbahaya dalam udara yang telah terkontaminasi dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu hipertensi yang berakibat pada peningkatan resiko penyakit kardiovaskular. Apalagi bagi anak-anak yang memang rentan terdapat paparan dari luar.

Pilihan Editor:



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *