Bitcoin Menguat di Atas US$ 72.000, Ini Faktornya – Fintechnesia.com

FinTechnesia.com | Bitcoin (BTC) diperdagangkan di atas US$ 72.000 pada Senin (8/4). Berhasil pulih dari penurunan hingga ke level US$ 65.000, Selasa (2/4) pekan lalu.  Sebuah indikasi, reli masih potensi berlanjut di tengah pasar yang menantikan terjadinya Bitcoin halving keempat April ini.

Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha menjelaskan, Selasa (9/4) pagi pukul 08:00 WIB, Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar US$ 71.425, menguat 3,07% dalam 24 jam terakhir.

“Secara teknikal dalam jangka pendek, jika bertahan di atas US$ 70.300, BTC dapat melanjutkan kenaikan menuju resistance US$ 73.000 bahkan menciptakan new all time high (ATH) lagi. Sementara, jika turun di bawah US$ 70.300, BTC potensi melemah ke support US$ 69.000,” terang Panji, Selasa (9/4).

Pemulihan Bitcoin  diikuti pergerakan altcoin yang  juga menguat. Berikut aset kripto dengan kenaikan tertinggi dalam tujuh hari terakhir. Yakni Ethena (ENA) melesat  94,23% hingga mencapai US$ 1,33, Neo (NEO) menguat 39,4% menjadi US$ 21,14, dan Pendle (PENDLE) naik sebesar 37,75% bertengger di US$ 6,93.

Baca juga : Maret 2024 Ditutup Positif, Begini Potensi Bitcoin Menjelang Halving

Sementara, Stablecoin menjadi fokus pekan lalu dengan aksi VanEck dan Ripple Labs dalam persiapan meluncurkan stablecoin berbasis dolar AS, untuk menyaingi dominasi dari Tether (USDT) dan Circle (USDC). 

Permintaan ETF Bitcoin telah meroket menjelang halving. Lonjakan arus masuk tepat sebelum halving menunjukkan, pemegang Bitcoin kemungkinan besar menimbunnya sebelum halving. Investor meyakini, akan terjadi kenaikan setelah halving, seperti yang terjadi pada halving sebelumnya.

Perdagangan ETF Bitcoin spot pekan lalu ditutup dengan catatan optimis, mengamankan arus masuk positif sebesar US$ 203 juta pada Jumat (5/4). Meskipun ada kemunduran awal sebesar US$ 84,7 juta dalam arus keluar bersih pada tanggal 1 April, ETF telah bangkit kembali. Mengumpulkan arus masuk bersih sebesar US$ 569,4 juta sepanjang perdagangan pekan lalu.

Baca Juga  OJK Perkuat Perlinduangan Konsumen dan Masyarakat - Fintechnesia.com

Halving Bitcoin itu momentum penting. Tidak hanya untuk kripto, tetapi juga untuk seluruh lanskap teknologi web3 dengan perusahaan berupaya memanfaatkan potensi pertumbuhan teknologi ini. Hal ini akan menarik gelombang pengguna baru ke dunia kripto untuk terjun ke ekosistem kripto,” ujar Panji.

Selain ETF Bitcoin spot, faktor makroekonomi memainkan peran penting dalam kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini. Lalu alat FedWatch CME Group menunjukkan, ada kemungkinan 95,4% suku bunga akan tetap tidak berubah pada kisaran 5,25% hingga 5,5% pada pertemuan The Fed bulan Mei.

“Investor  memperkirakan bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada FOMC bulan Juni nanti. Tentunya akan berdampak positif ke keseluruhan pasar, termasuk pasar Aset Kripto,” kata Panji. (iwa)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *